Gaya aerodinamika Aerodynamic Forces
Hitung lift dan drag dari kondisi udara, kecepatan, luas sayap, dan koefisien aerodinamika.
F = ½ρV²SC
Devina Azaria · Student Research Project
Laboratorium interaktif untuk mengeksplorasi lift, drag, dan perilaku dasar pesawat melalui model aerodinamika yang transparan.
Mulai eksperimen ↓01 / EKSPERIMEN
Ubah satu parameter, lihat dampaknya pada pesawat. Setiap hasil menampilkan satuan dan persamaan agar intuisi tetap terhubung dengan fisika.
Hitung lift dan drag dari kondisi udara, kecepatan, luas sayap, dan koefisien aerodinamika.
F = ½ρV²SC
Perkirakan kecepatan minimum agar sayap tetap menghasilkan lift yang menopang berat pesawat.
Vs = √(2W / ρSCLmax)
Hubungkan lift-to-drag ratio dengan sudut luncur untuk membaca efisiensi aerodinamika.
L/D = CL/CD · γ = arctan(D/L)
02 / PERFORMANCE ENVELOPE
Kurva menggunakan parameter densitas udara, luas sayap, CL, dan CD dari eksperimen Lift & Drag. Dengan koefisien tetap, gaya meningkat sebanding dengan kuadrat kecepatan.
Model ini belum memasukkan perubahan CL/CD terhadap angle of attack, Mach, atau Reynolds number. Itu adalah batas penting dari visualisasi v0.2 ini.
03 / TRADE STUDIES
Gunakan parameter dari eksperimen Stall Speed sebagai baseline. Tabel membandingkan perubahan massa dan luas sayap, sedangkan sensitivity panel menunjukkan bagaimana ketidakpastian input memengaruhi estimasi stall speed.
Rentang uncertainty adalah corner-case interval dari variasi input yang ditentukan, bukan confidence interval statistik dan bukan prediksi perilaku pesawat nyata.
MASS × WING AREA
Pada kondisi lain tetap, massa lebih besar menaikkan stall speed; luas sayap lebih besar menurunkannya.
SENSITIVITY
Setiap baris mengubah satu parameter sementara parameter lain tetap. Corner-case range menggabungkan arah variasi yang meminimalkan dan memaksimalkan stall speed.
04 / METODE